Pemuda dan mahasiswa inti di manado
Lupa adalah penyakit di sengaja.Bagi yang punya kapasitas.Katakanlah DPRD Mungkin karena dia baru pertama kali merasakan duduk di kursi ruangan ber ac Atau memang soal kepentingan ekonomi. Berikut ulasan pemuda INTI Dalam tlisannya sebagai berikut:
Puisi dan doa tanpa lupa untuk wakil rakyat.
Dalam pertarungan politik apapun, Kekuatan kolektiv akan selalu menang, namun ketika menang, penyakit pelupa akan muda menyerang tak perlulah membahas soal dampaknya. intinya pelupa penyakit berbahaya Dokternya adalah hanya mengingatkan.Tadinya ia bicara soal kekuatan membela membela rakyat, mengkritik hal hal yang tidak baik tapi kenyataanya Setelah jadi, terserang penyakit lupa.
kinerja para anggota dewan selalu diperhatikan masyarakat, menyedihkan, Seperti bermain hanpone saat rapat tidak menghadiri rapat, tertidur dalam rapat, atau terlibat kasus korupsi selalu menjadi isu miring yang dicatat oleh masyarakat terhadap para legislator.
Namun menyambut pileg 2019 muncul harapan, yakni komitmen para caleg untuk bekerja dengan baik dan benar, dan tidk pelupa bahkan tidak peduli apa warna mereka. Hal ini yang tergambar dalam dalam tulisan pemuda inti berjudul 'puisi dan doa tanpa lupa.
Karya pemuda INTI puisi ini adalah doa agar semuanya menjadi lebih baik.
Pemuda INTI Menuangkannya dalam puisi pemilu yang terdiri dari 7 bait, dan dikirimkan di berita center. Ia hendak menyampaikan pesan bahwa sesuatu yang baru memberikan harapan baru, namun kembali pada diri kita masing-masing untuk menilai hal baru tersebut.
Berikut lantunan kata-kata puisi dari pemuda INTI dengan harapan wakil rakyat akan lebih baik.
Ku mau Kamu
Kau goda
Kau rayu
Kau bela
Kau bantu
Kehadiranmu seperti malaikat
Yang datang menabur berkat
Hanya meminta kata sepakat
Untuk menjadi wakil rakyat
Mungkin ini hanya sesaat
Agar supaya kami taat
Walaupun ini sebuah siasat
Janganlah membuat kami sesat
Bila jadi legislator
Jangan merangkap jadi koruptor
Apa lagi jadi diktator
Yang membuat citramu kotor
Merah kuning hijau
Dilangit yang biru
Bukan pelangi lagu putriku
Tapi corak bendera partaimu
Jika merah, merahkanlah darah kami
Jika kuning, kuningkanlah padi kami
Jika hijau, hijaukanlah tanaman kami
Jika biru, birukanlah langit kami
Kami senang
Kalau kau menang
Kami tenang
Kaupun akan dikenang
Untuk kaidipang pinogaluman.
Terima kasih orkit ulil albab INTI
Pemuda sunulog#
